Rabu, 12 Januari 2011

SII (Strategy Information Integration)

SII adalah suatu strategi Strategi bisnis yang biasa dituangkan dalam dokumen atau cetak biru Business Plan harus pula dilengkapi dengan strategi teknologi informasi atau IT Strategy. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan secara optimum penggunaan teknologi informasi sebagai komponen utama sistem informasi perusahaan.

Setidak-tidaknya harus ada lima input utama sebagai langkah awal penyusunan IT Strategy

  1. Business Strategy
  2. Business Trends
  3. Competitor Analysis
  4. IT Trends
  5. Existing IT

Business Strategy merupakan dokumen yang harus dijadikan landasan berpijak utama dalam pembuatan IT Strategy karena dalam dokumen tersebut disebutkan visi dan misi perusahaan beserta target kinerja masing-masing fungsi pada struktur organisasi. Di dalam dokumen ini pula ditegaskan peranan teknologi informasi yang sesuai dengan strategi perusahaan (ingat bahwa untuk setiap perusahaan sejenis, posisi teknologi informasi dapat berbeda), sehingga filosofi yang digunakan dalam pengembangan IT Strategy harus sesuai dengannya.

Business Trends adalah segala hal yang berhubungan dengan kecenderungan pola-pola bisnis yang akan terjadi di masa mendatang sehubungan di sebuah industri tertentu.

Competitor Analysis merupakan suatu aktivitas yang harus dilakukan mengingat bahwa pada dasarnya strategi itu dibuat karena adanya pesaing. Tujuan dari dikembangkannya teknologi informasi adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat menghasilkan produk atau jasa yang cheaper, better, dan faster dibandingkan dengan produk atau jasa yang dihasilkan kompetitor.

IT Trend adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan teknologi yang diterapkan dan dikembangkan di perusahaan. Tidak semua produk-produk teknologi informasi tergolong baik. Dari sekian banyak produk yang ditawarkan, lebih banyak yang gagal bertahan di pasaran daripada yang berhasil.

Existing IT pada hakekatnya pengembangan teknologi informasi di masa mendatang dibangun di atas infrastruktur yang dimiliki saat ini.


Ref:

whatdo-u-mean.tk/sii-strategy-of-information-integration/

ghani.gxrg.org/2010/12/22/strategy-of-information-integration/

Kamis, 23 Desember 2010

Tugas Perbaikan UTS JARKOMLAN

SOAL

Di dalam suatu jaringan perusahaan terdapat beberapa departemen bagian diantaranya :

HRD : 20 Host

FINANCE : 15 Host

IT : 12 Host

MARKETING : 25 Host

Network Address : 172.16.x.n (x adalah no absen disini saya menggunakan 35 sebagi no absen)

Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :

Rumus

  • IP Total= Jumlah host + 1 alamat router/gateway + 1 alamat broadcast + 1 alamat network
  • Broadcast = N dari alamat Network ditambah IP total – 1. Jadi, 0 + 32 – 1= 31, sehingga didapat alamat broadcast = 172.16.26.31
  • Gateway = merupakan N dari alamat network ditambah 1. Jadi 0 + 1 = 1, sehingga didapat alamat gateway = 172.16.26.1
  • Range IP = dari alamat antara alamat gateway dengan alamat broadcast. Sehingga range IP bagian HRD = 172.16.26.2 s.d 172.16.26.30

1. HRD = 20 host + 1 + 2 = 23 =>di jadikan Biner 10111 --> 5 (jumlah digit dari bilangan biner yang kita cari)

  • Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11100000/27 => 255.255.255.244/27 --> ini merupakan subnet masknya
  • IP Total = 25 = 32

2. FINANCE = 15 host + 1 + 2 = 18 --> dijadikan Biner 10010 = 5

  • Subnet Mask = 11111111. 11111111. 1111111 1. 11100000/ 27 =>255 255 255 224
  • IP Total = 25 = 32

3. IT = 12 host + 1 +2 = 15 --> dijadikan Biner 1111 = 4

  • Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11110000/ 28 ==> 255 255 255 240
  • IP Total = 24 = 16

4. MARKETING = 25 host + 1 + 2 = 28 --> di jadikan Biner 11100 = 5

  • Subnet Mask = 11111111. 11111111. 11111111. 11100000/ 27 ==>255 255 255 224
  • IP Total = 25 = 32
  • berikut adalah tabel dari hasil perhitungan :
  • versi1
  • versi 2


Senin, 06 Desember 2010

Test Akhir 2 V-Class Jaringan Komputer Lanjut

Nama : Sigit Suryo P

Kelas : 4ia13

NPM : 50407946

1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :
a. Connection Oriented c. Semua jawaban benar
b. Connectionless Oriented d. Semua jawaban salah

Jawab : B

2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
a. Non-Intelligent TDM c. Asynchromous TDM
b. Synchronous TDM d. Semua jawaban benar

Jawab : B


3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
a. Laju transmisi naik jika lebar pita berkuran.
b. Laju transmisi naik jika lebar pita bertambah.
c. Laju transmisi tidak bergantung pada lebar pita.
d. Semua jawaban salah.

Jawab : D

4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
a. Multilevel Binary c. Biphase
b. NRZ d. Manchester

Jawab : A


5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya tubruklan. Kejadian ini dalam jaringan dikenal dengan istilah :
a. Contention c. Crash
b. Collision d. Jabber

Jawab : C


6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
a. 1-persistent c. nonpersistent
b. p-persistent d. CSMA/CD

Jawab : D


7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
a. Bit-Map c. Carrier Sense
b. CSMA d. ALOHA

Jawab : C


8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
a. Router c. Gateway
b. Bridge d. Repeater

Jawab : A


9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
a. Claim_token c. Token
b. Who_follows d. Set_Successor

Jawab : C


10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
a. Broadcast Routing c. Optimal Routing
b. Flow Control d. Flooding Routing

Jawab : B


11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
a. Algoritma Global c. Algoritma Terisolasi
b. Algoritma Lokal d. Algoritma Terdistribusi

Jawab : D

12. Keuntungan multiplexing adalah :
a. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk satu terminal
b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal
c. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk banyak terminal
d. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk satu terminal

Jawab : B

13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
a. 10Base2 c. 10BaseT
b. 10Base5 d. Semua jawaban benar

Jawab : C


14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
a. Non adaptive c. RCC
b. Adaptive d. Hot potato

Jawab : A


15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
a. Plaintext c. Auntext
b. Ciphertext d. Choke Packet

Jawab : A


16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
a. Kontrol Arus c. Pra Alokasi Buffer
b. Kontrol Isarithmic d. Choke Packet

Jawab : C


17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
a. Sintaks c. Protokol
b. Timing d. Routing

Jawab : C


18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
a. RCC c. Flooding
b. Backward Learning d. Shortest path

Jawab : B


19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali
a. Intranet sublayer c. Internet sublayer
b. Access sublayer d. Enhanchement sublayer

Jawab : A


20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5

Jawab : B


21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
a. Enkripsi c. Deskripsi
b. Antisipasi d. Semua jawaban salah

Jawab : A


22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
a. Resource sharing c. High reability
b. Penghematan biaya d. Semua jawaban benar

Jawab : D


23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
a. Network Layer c. Data link Layer
b. Session Layer d. Application Layer

Jawab : A


24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
a. Orphan c. Pure
b. Beacon d. Semua jawaban salah

Jawab : B


25. Wire center digunakan pada standar :
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5

Jawab : B


26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
a. Sumber c. Media
b. Tujuan d. Semua benar

Jawab : D


27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
a. Circuit Switching c. Satelit
b. Paket Switching d. Semi Paket Switching

Jawab : C


28. Paket radio termasuk golongan :
a. Broadcast c. Publik
b. Switched d. Semua benar

Jawab : A


29. Di bawah ini termasuk guided media :
a. UTP c. Fiber Optik
b. Coaxial d. Semua benar

Jawab : D


30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
a. Pager c. TV
b. Simpleks d. Semua benar

Jawab : C

Rabu, 01 Desember 2010

JARINGAN OPTIK SINKRON

1. komunikasi broadband

Saat ini, ada begitu banyak pilihan yang berbeda dari operator broadband tidak perlu untuk tinggal dengan satu yang membuat Anda tidak bahagia. Ribuan orang beralih provider mereka setiap minggu, dan kebanyakan menemukan mereka mendapatkan kesepakatan yang lebih baik untuk masalah mereka. Dari mekanisme transfer data sederhana dial koneksi kita telah tiba kepada mekanisme broadband saat ini. Mekanisme ini disebut broadband, karena memberikan ruang yang lebih luas untuk kecepatan transmisi data yang lebih tinggi. Jika pertanyaan seperti apa broadband adalah, datang, jawabannya dapat diberikan dalam kata-kata berikut – Ini adalah nama yang diberikan untuk koneksi internet kecepatan tinggi sering dikatakan ‘selalu’ dan mampu mentransfer data dengan sangat tinggi Tingkat. Konsep dalam komunikasi broadband meliputi : sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi, Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps s/d 100 Mbps. menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT.

2. Keuntungan Sonet

=> host hanya butuh satu port I/O untuk n terminal
=> hanya satu line transmisi yang dibutuhkan
=> menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi
=> memanfaatkan sumberdaya seefisien mungkin
=> Menggunakan kapasitas saluran semaximum mungkin
=> Karakteristik permintaan komunikasi pada umum- nya memerlukan
beberapa terminal ke titik yang sama.


3. PRINSIP KERJA ATM

TM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode transfer untuk B-ISDN.

• Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.

• Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

• Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header.

• Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan.

• Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim.

• Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.

• Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel.

• Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia

• Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing


4. DSL adalah Teknologi akses yang menggunakan saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband.


Rabu, 17 November 2010

CIM ( Corporate Informatiom Management )

CIM atau manajemen informasi perusahaan adalah suatu cara untuk mengatur suatu manajemen perusahaan dan dapat menghasilkan serta memecahkan sesuatu permasalahan pada perusahaan itu sendiri.

KONSEP MANAJEMEN INFORMASI
Bagi banyak orang, kantor merupakan tempat korespondensi, persiapan formulir dan laporan, penyimpanan data, dan berkas oleh juru ketik, sekretaris, arsiparis, petugas pemberkasan, operator mesin, supervisor dan manajer. Latar di atas sering melibatkan produk fisik – surat, memorandum, dan laporan yang ditulis; pernyataan dan nota yang disiapkan; catatan dan rekaman; lemari berkas yang berisi salinan arsip. Kantor ini ada wujudnya, tapi bagi mahasiswa manajemen perkantoran administratif, ini merupakan gambaran umum sebuah kantor.
Berbeda dengan kantor dulu, dunia kantor sekarang terus berkembang. Latarnya lebih luas, tergantung pada sistem mesin elektronik yang mempengaruhi organisasi. Dunia kantor baru, tidak menekankan pada data atau formulir, tapi pada informasi. Bukan pada mesin, tapi pada sistem dimana mesin dan pegawai berfungsi.
Manajemen kantor administratif, mirip dengan manajemen informasi, menjadi bidang kerja dinamis yang terdiri dari sistem administrasi, proses data, reprografis, proses kata, manajemen data, telekomunikasi dan mikrografis. Perubahan yang membawa pandangan baru dunia kantor memberi spesialisasi untuk banyak pekerja dan perlunya manajer kantor administrasi yang memiliki pengetahuan yang luas.

Sistem Pelaporan Manajemen

Tujuan utama dari sistem pelaporan manajemen adalah menyampaikan laporan periodik yang diperlukan dalam pengambilan keputusan oleh manajer. Tiga macam informasi yang diperlukan oleh pengambilan keputusan antara lain :
1. Informasi-informasi yang diperlukan untuk mengendalikan penggunaan sumber-sumber
2. laporan-laporan yang berhubungan dengan keefktifan pencapaian tujuan sebagai fungsi dari penggunaan sumber-sumber
3. laporan-laporan yang berhubungan dengan efesiensi dari operasi dan pengelolaan sumber-sumber

Struktur dari manajemen sistem pelaporan akan mengikuti struktur dari proses manajemen, dan tingkat detail laporan tergantung pada tingkat delegasi wewenang dan tanggungjawab.




referensi:

  • http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=251%3Asistem-informasi-manajemen&option=com_content&Itemid=15
  • http://cokicepe.blogspot.com/2010/11/konsep-manajemen-informasi-peranan-pada.html
  • http://www.scribd.com/doc/17106384/Makalah-Sistem-Informasi-Manajemen

Minggu, 07 November 2010

Subnetting Kelas C

Apa itu Subnetting?

Intinya Subnetting adalah memecah jaringan dari jaringan yang besar menjadi jaringan yang kecil, sehingga jumlah jaringan dan host menjadi maksimal dan optimal.

Saya disini akan mencoba memberikan sedikit kemudahan dalam melakukan Subnetting

dalam melakukan Subnetting, yang harus diperhatikan adalah jumlah bit 0 dan 1

Bit tersebut didapat dari netmask jaringan, Kita mulai dari menentukan netmask jaringan:

___________________________________________________________________________________________

1. Biasanya didalam soal, terdapat pertanyaan berapakah netmask dari ip 192.168.3.33/27

Ga usah bingung, karena jawabannya sudah ada di soal, sekarang caranya tinggal Anda menulis angka 1 sebanyak 27 kali, dan ingat harus dipisah dengan titik tiap 8 bit

11111111.11111111.11111111.11100000

Nah seperti diatas ini, setelah ditulis sebanyak 27 kali, tinggal Anda mengkonversikan ke decimal

untuk 8 bit yang terisi penuh dengan 1, (11111111) pasti decimalnya = 255

karena merupakan hasil penjumlahan dari 2^7 + 2^6 + 2^5 + 2^4 + 2^3 + 2^2 + 2^1 + 2^0 = 255

jadi tak perlu dihitung…

Yang perlu dihitung adalah yang tidak penuh dengan 1 ataupun 0, yaitu 11100000

1 nya terdapat di tiga bit yang pertama, maka decimalnya adalah 2^7 + 2^6 + 2^5 = 224

Jadi netmasknya adalah 255.255.255.224

___________________________________________________________________________________________

2. Nah kalo ditanya lagi berapa jumlah host dan jaringannya

Its so easy, tinggal ambil lagi 8 bit yang tidak berisi 0 dan 1 penuh, yaitu 11100000

Rumusnya 1 adalah jaringan dan 0 adalah host

jumlah jaringannya adalah 2^(jumlah 1) = 2^3 = 8

Berarti terdapat 8 jaringan

hotnya (2^(jumlah 0)) – 2 = (2^5) -2 = 32 – 2 – 30

Mengapa dikurangi 2? Karena ip paling pertama dipakai untuk ip network, dan ip terakhir dipakai untuk ip broadcast

Jadi /27 terdapat 8 jaringan dan 30 host ditiap jaringannya.

_____________________________________________________________________________________________

3. Jika ditanyakan 192.168.3.33/27 berada pada jaringan ke berapa, ip Network ? Ip Broadcast?

Inipun mudah, /27 tadi kan memiliki 8 jaringan, sekarang pertanyaannya192.168.3.33/27 berada pada jaringan ke berapa, tinggal begini saja caranya:

dalam 1 jaringan terdapat 8 bit, jadi jumlah ip maximal adalah 2^8 = 256

256 / 8 (Jumlah jaringan) = 32

jar 1 jar 2 jar 3

0 32 64 96 –> ip network

| | |

31 63 95 –>ip broadcast

Jadi, buat bagan seperti diatas sampai bit terakhir dari ip 192.168.3.33/27 yaitu 33 masuk kedalam salah satu range

kelipatan 32 yang sudah kita cari menjadi ip network, dan ip broadcast hanya tinggal ip network selanjutnya dikurangi 1

sekarang bisa dilihat, bahwa ip 192.168.3.33/27 berada pada jaringan ke 2, dengan ip network 192.168.3.32 dan ip broadcast 192.168.3.63…mudah kan?

____________________________________________________________________________________________

4. Kalo ada soal Warnet membutuhkan 100 komputer, berapa netmask, dan jumlah jaringan yang paling optimal

Nah, jika kita memakai netmask /24 otomatis bisa juga, karena bisa menampung host sampai 254, tetapi bukan itu yang dimaksud optimal.

Untuk mendapatkan hasil optimal, harus dicari jumlah host paling minimal untuk menampung semua komputer di warnet, yaitu 100 komputer, jadi kita cari 0 – nya dulu, dengan rumus 2^n – 2 = 100

Maka n yang mendekati = 7, karena 2^7 – 2 = 128, bisa menampung 100 komputer, jadi didapat

10000000 –> dengan nol sebanyak 7

dengan melihat hasil ini, bisa di ketahui bahwa netmasknya = 255.255.255.128

dengan jumlah jaringan sebanyak 2^1 = 2 jaringan

___________________________________________________________________________________________

5. intinya cari 0 dan 1 nya, setelah itu bisa explore kemana mana

Rabu, 20 Oktober 2010

Teknologi Wimax

Perkembangan Teknologi jaringan Multimedia saat ini semakin Maju dari segi Teknologi. Dimana saat ini banyak orang menggunakan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari – hari. Teknologi tersebut seperti wireless, Voip, 3G dll. Perkembangan wireless saat ini banyak di nikmati oleh masyarakat, dimana tiap orang dapat menggunakan akses internet bebas, dimana saja dan kapan saja. Semakin banyaknya orang yang menggunakan wireless membuat jaringan internet kian padat, sehingga sebagian orang ingin mengembangkan teknologi wireless menjadi teknologi yang terbaru. Teknologi terbaru tersebut salah satunya adalah Wimax. Apa itu Wimax ??? WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.


Over view
Sampai saat ini pengguna internet nirkabel (wireless) telah dibuat penasaran dengan akan segera muculnya teknologi WiMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access). WiMAX merupakan evolusi dari teknologi broadband wireless sebelumnya. Teknologi ini di desain untuk memenuhi kondsi non LOS (Line if Sight) karena menggunakan teknik OFDM.
Sama dengan halnya dengan Wifi ( Wiresless Fidelity), WiMAX memungkinkan koneksi internet secara nirkabel dengan kecepatan mencapai 70 Mbps atau 35 kali lebih cepat dari saluran ADSL. Secara teknis standar baru yang dinamai 802.16 ini, juga memiliki daya jangkau hingga puluhan kilometer disbanding dengan kemampuan Wifi yang hanya ratusan meter. Teknologi WiMAX merupakan salah satu solusi untuk dapat mengembangkan teknologi informasi dalam suatu kota atau pedesaan karena jangkaunya sampai jarak 50 Km, sehingga memungkinkan untuk meng-coverage seluruhnya.Berikut dibawah ini ulasan saya tentang WiMAX baik dilihat dari sisi teknologi, standar maupun tantangannya.


Posisi Teknologi WiMAX



Bila teknologi broadband wireless sebelumnya masih bersifat proprietary, maka WiMAX akan bersifat open standart (layaknya GSM dan CDMA pada komunikasi seluler serta WLAN dengan standar IEEE 802.11). Banyak teknologi wireless (nirkabel) yang telah digelar di lapangan seperti seluler (GSM dan CDMA), Broadband Wireless Access ( Wireless IP atau Wireless DSL), Wireless LAN (standart 802.11 a/b/g), maupun Wireless PAN (Bluetooth atau RFID)
Teknologi WiMAX juga menjanjikan fitur-fitur yang mampu bersaingdengan ASDL dan standar telepon mobile generasi ketiga (3G).Menurut laporan Telecom view, WiMAX akan mengambil sekitar 40% pasar nirkabel pita lebar pada 2009. Bersamaan denganitu” WiMAX akan menjadi pesaing utama bagi seluler generasiketiga (3G) yang akan menguasai 60 % pasar nirkabel pita lebar pada saat yang sama
Konfigurasi
Secara umum konfigurasi WiMAX dibagi menjadi 3 bagian yaitu
a. Subscriber station,
b. Base station dan
c. Transport site.
Untuk subscriber station terletak di lingkungan pelanggan (bisa fixed atau mobile/ portable).
Sedangkan Base station, biasanya satu lokasi dengan jaringan operator (Jaringan IP/Internet atau jaringan TDM / PSTN)

Standar WiMAX
Stairdard WiMA merupakan badan standarisasi (forum) yang bertugas mengkompromikan dua standarWirelesssMAN (antarastandarIEEE 802.16 dengan ETSI HiperMAN. Hal tersebut mirip dengan standar WiFi yang menggabungkan standar IEEE 802.11(Amerika) dengan ETSI HiperLAN (Eropa), dimana aplikasinya sangan cocok untuk Wireless LAN.
Terdapat varian dari standard WiMAX yaitu IEEE 802.16d (802.16 2004) untuk kategori aplikasi fixed (portable) dan IEEE 802.16e untuk kategori aplikasi mobile.
Saat ini IEEE baru menyetujui standar 802.16 2004 dimana karakteristik air interface berdasar standartersebut. Untuk standard WiMAX 802.11e (aplikasi mobile) kemungkinanya baru akan segera dikeluarkan.

Tinjauan Teknologi


WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.
Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.
Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.
Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.
Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.